Sastra
anak adalah sastra yang dibaca anak- anak dengan bimbingan dan pengarahan
anggota dewasa suatu masyarakat, sedang penulisannya juga dilakukan oleh orang
dewasa. Sastra anak bersumber dari pengalaman, pengetahuan umum,
pemahaman psikologis, pedagonis, sosial, hukum, adat, budaya, bahkan agama.
Sastra anak lahir kemudian diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun
melalui lisan. Sastra anak secara formal dan intitisional dimulai pada abad
ke-19.
Tema yang diangkat pada sastra anak beragam yaitu mengenai masalah
kehidupan yang mengandung
pendidikan, pengajaran, budi pekerti, lingkungan, kebudayaan, anak mandiri dan
lainnya. Tema yang diangkat dalam sastra anak menjauhi unsur-unsur kekerasan
dan asusila. Selain dimaksudkan untuk menghibur, ia juga dibuat
sebagai alat penunjang pendidikan karena unsur-unsurnya yang mendidik.
Jenis-jenis
sastra anak :
1.
Bacaan
anak usia dini
Bacaan ini
ditulis khusus bagi anak-anak yang masih di bawah umur lima sampai enam tahun.
Contoh bacaan ini antara lain: buku huruf, buku berhitung, buku tentang konsep, bacaan untuk pemula, dll.
2. Kisah-kisah tradisional
Kisah-kisah tradisional adalah cerita-cerita
karena sifatnya yang anonim dan turun temurun yang dikenal sebagai milik setiap
orang, dimiliki oleh setiap bangsa di dunia. Kisah serupa ini biasa disebut
folklor, kisah-kisah yang berisi kebijaksanaan, kasih saying dan impian sebuah
kelompok dan komunitas yang menjadi milik bersama, bahkan menjadi acuan
hidup. Berikut yang termasuk dalam
kisah-kisah tradisional : Pepatah/pribahasa,
Cerita binatang, Fabel, Cerita rakyat, Mitos, dan Legenda.
3. Sajak
Sajak anak diciptakan dengan kata-kata yang
kuat, kaya dan imajinatif. Sajak-sajak untuk anak dapat mempersoalkan mulai
dari hal-hal yang remeh, lucu, kehidupan sehari-hari, tentang alam, masa silam,
impian, rasa takut dan sebagainya. Beberapa bentuk puitik tersedia bagi
anak-anak misalnya sajak bebas, sajak-sajak yang ditemukan dalam buku
bergambar, sajak konkret, puisi naratif dan puisi lirik.
4. Fantasi
Fantasi bersifat khayali dan bersumber dari imajinasi.
Misalnya hadirnya peri, dewa, naga, atau objek yang mempunyai kekuatan
supranatural sepeti keris, cermin, sapu dan lain-lain. Semua mitos, legenda,
cerita rakyat, fabel, dan cerita hantu termasuk dalam cerita fantasi.
5.
Cerita Realistik
Cerita realistic ialah cerita yang bersumber dari kehidupan
nyata dan tidak mengada-ada. Cerita realistic mencakup novel-novel kesejarahan,
kisah tentang orang-orang dari negeri seberang dan jauh, juga cerita tentang
kehidupan mutakhir.
6.
Biografi
Biografi merujuk pada sjarah hidup seseorang. Pada kaitannya
dengan sastra anak, biografi biasanya ditulis mengenai orang-orang yang
menginspirasi bagi anak anak. Tokohnya digambarkan sebagai individu yang khas
sehingga anak bisa belajar dari semangat, cara hidup dan capaian hidup tokoh.
Umumnya biofrafi untuk anak disampaikan dalam bentuk fiksi.
7.
Fiksi Kesejarahan
Ragam ini sebetulnya adalah fiksi realistic yang terjadi
pada masa silam. Karena masanya yang cukup lama maka kesejarahannya menjadi
nyata dan penting. Fiksi kesejarahan ialah kisah yan tejadi pada masa lalu,
dengan penjelasan langsung bahwa masanya haruslah faktual. Cerita bisa
bemacam-macam seperti peperangan, peristiwa berdarah, keluarga dan lain-lain
yang disukai anak-anak.
8.
Nonfiksi/Buku Informasi
Nonfiksi atau buku informasi secara khusus memberikan kepada
pembacanya pengetahuan perihal masalah atau objek tertentu. Buku-buku itu
sangat banyaragamnya seperti membicarakan tentang lautan, gunung, penyakit,
makanan dan lain-lain.
9.
Drama
Drama yang ditulis khusus untuk anak biasanya
menyangkut langsung persoalan anak-anak atau persoalan besar lain yang dianggap
perlu mereka pahami dan maknai. Lazimnya drama banyak digunakan di sekolah
sebagai alat dan cara untuk menerjemahkan bacaan-bacaan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
selamat datang....
silahkan berkomentar...^.^